Pembangunan Ketenagalistrikan dalam Rangka Kalteng Bercahaya 2024

Palangka Raya – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Tengah Vent Christway  dan Sugianto selaku Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti Dialog Interaktif di studio TVRI Kalimantan Tengah dalam acara KALTENG BICARA  sektor Ketenagalistrikan di  kantor TVRI Kalimantan Tengah, Rabu 28/08/2024.

Kepala Dinas ESDM Prov.Kalteng saat Dialog Interaktif KALTENG BICARA
di TVRI

Dalam dialognya Kepala Dinas ESDM Prov.Kalteng  Vent Christway menyampaikan bahwa kondisi kelistrikan di kalimantan tengah sudah surplus terkait dengan daya listrik, namun kendalanya adalah kondisi geografis dimana infrastruktur kedaerah terpencil sangat terbatas sehingga akses listrik dari PLN masih sulit untuk menembus daerah terpencil. Saat ini  Rasio Desa Berlistrik sebesar kurang lebih 87,52% artinya 370 desa dari 1.571 desa yang ada di Kalimantan Tengah belum mendapatkan akses listrik dari pemerintah, kemudian Rasio Elektrifikasi sebesar kurang lebih 94,14% artinya kurang lebih 47.416 keluarga yang belum mendapatkan akses listrik diseluruh wilayah Kalimantan Tengah.

 

Sugianto selaku Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Prov.Kalteng juga menyampaikan bahwa realisasi Rasio Desa Berlistrik sampai dengan bulan Juli  77,66% sudah baik bila dibandingkan dengan kami sebagai bagian unit induk distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah diberi penugasan untuk meningkatkan Rasio Desa Berlistrik dan Rasio Elektrifikasi (RE). Tahun 2023 sedang membangun sebanyak 136 desa, 6 dusun yang proyeknya sampai dengan Tahun 2024 ini tercapai 80% dengan total 63 desa yang sudah menyala. Target kami dengan Pembangunan 136 desa akan meningkat menjadi 8,26% sehingga pada akhir tahun 2024 targetkan seluruh desa selesai dengan Rasio Desa Berlistrik menjadi 83,56%. Harapannya dengan slogan Kalimantan Tengah Bercahaya siap berkolaborasi dengan Dinas ESDM Prov.Kalteng untuk meningkatkan Rasio Desa Berlistrik. Upaya yang dilakukan PLN agar program tercapai secara Road Map akan menyelesaikan  100% rasio desa berlistrik ini sampai dengan tahun 2027 itu akan dilakukan secara bertahap, untuk jaringan PLN masuk ke desa perlu mobilisasi material ini merupakan tantangan terbesar bagi PLN bagaimana kita melistriki menggunakan jaringan PLN. Terkait dengan perizinan, tantangan yang dihadapi di lapangan terhadap tanam tumbuh masyarakat, perizinan lahan, dan perizinan melewati hutan produksi, hutan lindung, hutan konversi dan lannya tapi tetap optimis berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dan memperbaiki akses jalan dan memfasilitasi terkait perizinan.

 

Kepala Dinas ESDM Prov.Kalteng Ir.Vent Christway, ST.M.Si

 

Bentuk bantuan pemasangan baru Listrik/bantuan Listrik gratis pemerintah melalui PLN memberikan bantuan total kuota kalsel dan kalteng sebanyak 5.735 calon pelanggan, untuk kalteng pemerintah memberikan 3.146 calon pelanggan dan di Kalimantan Tengah Rasio Desa Berlistrik yang masih rendah dibawah 70% ada empat kabupaten yaitu Kabupaten Lamandau, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Murung Raya.

 

Lebih lanjut Kepala Dinas ESDM mengatakan bahwa Kalteng Bercahaya merupakan program strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan gagasan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, melalui Dinas ESDM melakukan Pembangunan Listrik dengan menggunakan Energi Baru Terbarukan yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kalteng Bercahaya ini di akses menggunakan PLTS.berdasarkan RPJMD Tahun 2021-2026 bahwa di tahun 2026 nanti semua desa 100% teraliri Listrik baik itu dari PLN dan di akses juga dengan PLTS. Namun kebijakan Bapak  Gubernur untuk tahun 2024 ini diharapkan sebelum pemerintahan beliau berakhir semua desa bisa di akses baik dengan Listrik PLN dan PLTS.

 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggunakan PLTS karena kondisi geografis di Kalimantan Tengah cukup luas dan merupakan provinsi terluas di Indonesia, infrastruktur jalan yaitu akses menuju ke desa-desa yang terpencil itu agak sulit sehingga jaringan PLN ini akan lambat untuk mengakses desa-desa tersebut. Salah satu strategi pemerintah adalah dengan memberikan bantuan/hibah kepada masyarakat dimana akses PLN ini belum bisa masuk dalam dua atau tiga tahun kedepan maka diberikan bantuan PLTS untuk tahun 2024 anggaran murni kita memberikan bantuan sebanyak kurang lebih 20.711 Rumah Tangga di 186 Desa diseluruh Kalteng. Di dalam anggaran perubahan mengakses lagi 184 Desa sekitar 25.000 Keluarga untuk PLTS, selain itu Dinas ESDM juga memprogramkan melakukan pemasangan baru listrik kerumah tangga dimana akses Listrik sudah masuk oleh PLN namun sasaran kita kepada rumah tangga yang tidak mampu. Untuk tahun 2024 kita menganggarkan kurang lebih di 5.500 RT yang belum menerima akses PLN dan dikategorikan sebagai keluarga yang tidak mampu.

 

Terkait program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk setiap unit rumah yang akan dibantu Listrik dari PLN ini spesifikasinya adalah 900 watt, 3 titik lampu, 1 stop kontak, dan juga akan  diberikan sertifikat like operasi dari yang berwenang serta diberikan token 200 ribu untuk setiap unit rumah. Program kelistrikan ini selalu di sosialisasikan kepada masyarakat baik itu melalui media social, media cetak, dan untuk mendukung itu Dinas ESDM sedang mengembangkan System Informasi Listrik Desa (SILISDA) yang berbasis JES merupakan program Dinas ESDM untuk memberikan informasi kepada Masyarakat khususnya pemerintah daerah dan Masyarakat secara umum terkait Pembangunan kelistrikan yang sudah dilaksanakan, kondisi desa yang sudah teraliri

 

Dialog Interaktif KALTENG BICARA di TVRI Kalteng

 

Listrik oleh PLN,PLTS serta bisa menerima masukan dari Masyarakat terkait kondisi kelistrikan di desa masing-masing dan menjadi bahan perencanaan pembangunan kelistrikan di daerah tersebut.

 

Untuk tahun 2023 Dinas ESDM sudah membentuk Forum Ketenagalistrikan Kalimantan Tengah, yang di Tim tersebut terdiri dari PLN, Dinas ESDM, Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah dan secara rutin akan melakukan pertemuan untuk menyingkronkan data serta membicarakan terkait rencana pembangunan kedepan

 

Diakhir dialognya Kepala Dinas ESDM mengharapkan dengan adanya PLTS ini Masyarakat pada malam hari dapat beraktifitas karena sudah ada pencahayaan dari PLTS dan ini juga mendukung program pemerintah untuk meningkatkan penggunaan dari Energi Baru Terbarukan yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah pusat, selain itu diberikan sarana penerangan jalan umum kedesa-desa untuk tahun 2024 dengan anggaran murni sebesar kurang lebih 385 unit PJU dan dianggaran perubahan lebih dari 1.500 unit.

 

Harapannya bahwa kedepan seluruh Masyarakat Kalimantan Tengah bisa mendapatkan akses Listrik yang memadai baik itu dari PLN dan juga pembangkit yang lain serta kabupaten/kota dapat mendukung program ini dapat berjalan dengan baik juga kepada seluruh lapisan Masyarakat apa yang dijalankan oleh PLN dan pemerintah provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Tengah. Sehingga cita-cita kita untuk Kalteng Bercahaya seluruh masyakat dapat menikmati akses Listrik dapat kita capai dalam waktu yang tidak terlalu lama.

 

 

(DB/Foto:Sekr)

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *